Perbedaan Haji dan Umrah Yang Harus Kamu Diketahui

Kategori : Umrah, Haji, Ditulis pada : 19 Maret 2023, 20:28:40

Perbedaan Haji dan Umrah - Perjalanan ke tanah suci selalu menjadi impian bagi umat Muslim di seluruh dunia. Ada dua jenis perjalanan yang paling populer, yaitu haji dan umrah. Meskipun keduanya dilakukan di Mekkah, ada perbedaan dan persamaan yang perlu dipahami sebelum memutuskan untuk melakukan salah satunya atau bahkan keduanya.

Perjalanan haji adalah salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilakukan setidaknya sekali seumur hidup bagi orang yang mampu secara finansial dan fisik. Sementara itu, umrah adalah ibadah sunnah yang dilakukan kapan saja selama tahun kecuali saat waktu haji.

Dalam artikel ini, kami akan membahas Perbedaan Haji dan Umrah, persamaanya serta apa yang harus diketahui oleh para jamaah sebelum memutuskan untuk melakukan salah satunya atau bahkan keduanya. Dari biaya, waktu pelaksanaan, hingga persyaratan yang harus dipenuhi, informasi ini akan membantu para calon jamaah untuk memilih perjalanan ke tanah suci yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.

Perbedaan Haji dan Umrah (2).png

Definisi dan Tujuan Haji dan Umrah

Haji dan umrah adalah dua jenis perjalanan ke tanah suci Mekkah yang sangat penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Kedua jenis perjalanan ini memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan melaksanakan ibadah yang diwajibkan atau dianjurkan dalam agama Islam.

Haji adalah ibadah wajib yang harus dilakukan oleh setiap Muslim yang mampu secara finansial dan fisik sekurang-kurangnya satu kali seumur hidup. Ibadah haji ini dijalankan pada waktu-waktu tertentu dalam tahun hijriyah dan dilakukan dalam satu masa atau selama beberapa hari. Selama pelaksanaan haji, jamaah harus melakukan serangkaian ritual seperti tawaf, sa'i, dan wukuf di Arafah.

Sedangkan umrah adalah ibadah sunnah yang dapat dilakukan kapan saja selama tahun kecuali pada waktu-waktu tertentu saat pelaksanaan haji. Umrah memiliki tujuan yang sama dengan haji, yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan pahala yang besar. Namun, umrah memiliki skala yang lebih kecil dan hanya melibatkan beberapa ritual, seperti tawaf dan sa'i.

Tujuan utama dari haji dan umrah adalah untuk memperkuat iman dan taqwa, memperdalam pengetahuan dan pemahaman agama, serta untuk meningkatkan kesadaran sosial dan kemanusiaan. Selain itu, perjalanan haji dan umrah juga menjadi momen yang sangat penting bagi umat Islam untuk bersatu dan merasakan persatuan sebagai satu umat yang berkumpul di tanah suci Mekkah.

Biaya dan Waktu Pelaksanaan

Biaya dan waktu pelaksanaan adalah dua hal penting yang harus dipertimbangkan oleh calon jamaah sebelum memutuskan untuk melaksanakan haji atau umrah.

Biaya haji biasanya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan biaya umrah. Biaya haji meliputi tiket pesawat, akomodasi, transportasi, dan biaya pengurusan dokumen serta visa. Biaya haji pun cenderung naik dari tahun ke tahun, tergantung pada kebijakan pemerintah dan keadaan ekonomi saat itu. Di Indonesia, biaya haji ditentukan oleh Kementerian Agama dan bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Sementara itu, biaya umrah lebih terjangkau dibandingkan dengan haji. Biaya umrah meliputi tiket pesawat, akomodasi, transportasi, dan biaya visa. Biaya umrah bervariasi tergantung pada waktu dan fasilitas yang disediakan. Biaya umrah pun bisa lebih murah jika diikuti dalam paket umrah.

Waktu pelaksanaan haji dan umrah juga berbeda. Pelaksanaan haji hanya dapat dilakukan pada waktu-waktu tertentu dalam tahun hijriyah, yaitu pada bulan Dzulhijjah. Jamaah yang ingin melaksanakan haji harus mendaftar ke Kementerian Agama setidaknya enam bulan sebelum waktu pelaksanaan haji. Pelaksanaan haji sendiri berlangsung selama beberapa hari, biasanya antara 5-6 hari.

Sedangkan pelaksanaan umrah dapat dilakukan kapan saja selama tahun, kecuali pada waktu-waktu tertentu saat pelaksanaan haji. Pelaksanaan umrah sendiri berlangsung selama 3-4 hari, tergantung pada fasilitas dan jadwal yang dipilih. Ada juga yang memanfaatkan waktu liburan sekolah atau akhir pekan untuk melaksanakan umrah.

Persyaratan yang Harus Dipenuhi

Sebelum melaksanakan haji atau umrah, jamaah harus memenuhi beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

Untuk melaksanakan haji, jamaah harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Islam
  • Telah mencapai usia baligh dan sehat jasmani serta rohani.
  • Mampu secara finansial dan memiliki biaya yang cukup untuk melaksanakan haji.
  • Tidak memiliki hutang piutang yang belum diselesaikan.
  • Tidak sedang dalam keadaan hamil atau sedang menyusui, kecuali jika mendapat izin dari dokter.
  • Tidak memiliki penyakit menular atau penyakit yang berbahaya yang dapat membahayakan orang lain.
  • Tidak memiliki hukuman pidana yang masih berjalan.

Sedangkan untuk melaksanakan umrah, persyaratan yang harus dipenuhi adalah:

  • Islam 
  • Telah mencapai usia baligh dan sehat jasmani serta rohani.
  • Mampu secara finansial dan memiliki biaya yang cukup untuk melaksanakan umrah.
  • Tidak memiliki hutang piutang yang belum diselesaikan.
  • Tidak sedang dalam keadaan hamil atau sedang menyusui, kecuali jika mendapat izin dari dokter.
  • Tidak memiliki penyakit menular atau penyakit yang berbahaya yang dapat membahayakan orang lain.
  • Memiliki visa dan dokumen perjalanan yang diperlukan untuk masuk ke Arab Saudi.

Selain persyaratan di atas, jamaah haji dan umrah juga harus mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk menjalankan ibadah ini. Jamaah harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang tata cara dan rukun-rukun dalam pelaksanaan haji dan umrah serta harus mempersiapkan perlengkapan dan pakaian yang sesuai dengan ketentuan dan tata cara yang berlaku.

Pelaksanaan Ritus dan Tata Cara

Pelaksanaan ritus dan tata cara dalam haji dan umrah sangat penting karena menunjukkan keikhlasan dan keseriusan jamaah dalam melaksanakan ibadah ini. Berikut ini adalah beberapa ritus dan tata cara yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan haji dan umrah.

Ritus Haji

  • Ihram: Jamaah memakai pakaian ihram yang terdiri dari dua lembar kain putih tanpa jahitan. Pakaian ini melambangkan kesederhanaan dan persaudaraan umat Muslim.
  • Tawaf: Jamaah mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali dengan mengucapkan kalimat-kalimat takbir, tahmid, dan tahlil.
  • Sa'i: Jamaah berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali antara bukit Safa dan Marwah.
  • Wukuf di Arafah: Jamaah menghabiskan sebagian besar waktu di bukit Arafah, tempat Nabi Adam dan Hawa dikumpulkan kembali.
  • Mabit di Muzdalifah: Jamaah bermalam di Muzdalifah setelah wukuf di Arafah.
  • Mena: Jamaah melempar jumrah dengan batu-batu kecil selama tiga hari berturut-turut.
  • Tawaf Ifadhah: Jamaah melakukan tawaf di Ka'bah setelah melempar jumrah.
  • Tertib: Jamaah mencukur rambut atau memotong sebagian rambut setelah menyelesaikan semua ritus haji.

Ritus Umrah

  • Ihram: Jamaah memakai pakaian ihram yang terdiri dari dua lembar kain putih tanpa jahitan.
  • Tawaf: Jamaah mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali dengan mengucapkan kalimat-kalimat takbir, tahmid, dan tahlil.
  • Sa'i: Jamaah berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali antara bukit Safa dan Marwah.
  • Tahallul: Jamaah melepas pakaian ihram dan memotong sebagian rambut.

Selain ritus-ritus di atas, jamaah juga harus memperhatikan tata cara dalam pelaksanaan haji dan umrah, seperti menjaga kesucian dan kebersihan, menghormati orang lain, mematuhi aturan yang berlaku, dan berdoa secara khusyuk. Hal-hal tersebut sangat penting dalam menunjukkan kepatuhan dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah haji dan umrah.

Kesimpulan

Melakukan ibadah haji dan umrah adalah impian bagi banyak umat Muslim di seluruh dunia. Selain untuk memperoleh pahala dan keberkahan, haji dan umrah juga dapat mempererat tali persaudaraan umat Muslim dari berbagai negara. Dalam pelaksanaannya, haji dan umrah memiliki persyaratan dan ritus yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Maka dari itu, sebagai umat Muslim yang ingin melaksanakan ibadah haji atau umrah, harus memperhatikan persyaratan dan tata cara pelaksanaannya dengan sungguh-sungguh. Selain itu, perlu juga diingat bahwa ibadah haji dan umrah bukan hanya sekadar ritual semata, namun juga sebagai peluang untuk introspeksi diri dan meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Semoga artikel ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai perbedaan dan persamaan antara haji dan umrah, serta menambah pengetahuan dan semangat bagi umat Muslim yang ingin melaksanakan ibadah tersebut. Terakhir, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkah perjalanan haji dan umrah kita. Aamiin.

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id